Breaking News
recent

Kita jauh dari merdeka





Dan kenyataannya saya bukan pahlawan, bukan juga sesosok bangsawan
Namun saya sangat ingin merubah indonesia (bumi pertiwi)

Tangisan itu saya lihat di sepinggiran jalan kota
Hal tersebutlah yang membuat saya bergerak menulis sebuah artikel singkat ini.
Bisa kita lihat di sekitar kita, bagaimana mereka hanya bisa terdiam di saat yang kaya menyalahkan nya ?Bagaimana mereka tersudut dan tak terdengar di saat keluhan nya tidak pernah di dengar ?
Dan bagaimana  mereka di tekan untuk menjalani hidup dengan modal ijazah sd sampai s1?


Kita sudah merdeka selama 70 tahun  dan sampai saat ini ke serakahan para penguasa terus menyerang habitat kita sebagai manusia yang merdeka.
Lantas untuk apa kita berjuang dan bertarung untuk mendapatkan kebahagian itu, jika semua nya di awali dengan sogokan yang bisa mencapai 70 sampai 200 juta
tentunya kita hanya bisa mengepal tangan saja dan tidak bisa berbuat apa apa.

Dan yang paling membuat saya muak adalah tingkah laku para penguasa yang merusak tanah air kita
penebangan hutan, dan baru baru ini pembakaran lahan, bagaimana jika di area pembakaran itu saya memiliki 3 heaktar kebun karet.
  • Apa yang bisa saya tuntut? apa yang bisa saya katakan kepada anak istri saya pra kejadian itu, dari mana saya mendapatkan uang untuk kehidupan kami?
Saya mungkin hanya bisa terdiam,dengan penuh dendam.

  • Pertanyaan nya singkat ?
  • Bagaimana kita menggunakan hak kita sebagai warga negara ini ?
  • Apa hanya sebatas memilih walikota, gubernur, presiden, dan yang lain nya?

Mungkin hanya sebatas itu yang bisa saya utarakan, kenyataan nya kita jauh dari merdeka
Semoga saja hari ini dan seterus nya, setan setan itu tidak dapat bersyukur untuk memanjatkan doa doa nya di negara ini
Unknown

Unknown

Powered by Blogger.